Layanan operasi TikTok akan ditutup pada 15 September kecuali Microsoft atau orang lain membelinya dan menyelesaikan kesepakatan yang tepat sehingga Departemen Keuangan AS mendapatkan banyak uang.
Keputusan ini diambil setelah Trump berencana mengharamkan TikTok di AS setelah sebelumnya menolak untuk dijual ke Microsoft.
Microsoft mengkonfirmasi bahwa akan terus maju dengan rencana untuk membeli aplikasi berbagi video Tiongkok TikTok
Aplikasi tersebut dikatakan memiliki sebanyak 80 juta pengguna di AS
Pekan lalu Trump mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk melarang aplikasi TikTok, sebagai cara untuk menghukum China atas pandemi Covid-19.
Dana dialokasikan untuk ahli waris yang gugur yakni dokter mendapat santunan Rp250 juta, ahli waris perawat Rp150 juta, dan ahli waris tenaga medis lainnya sebesar Rp100 juta
Seorang pengguna TikTok mengatakan tidak takut virus corona karena seorang Muslim. Karena dia pengikut Nabi Muhammad, maka hanya takut kepada Allah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF adalah beberapa lembaga yang sekarang menggunakan TikTok untuk berbagi konten yang bermanfaat dan menjelaskan cara tetap aman dari corona.
Media sosial asal China tersebut dianggap sebagai aplikasi mata-mata, sebab membagikan data privasi pengguna kepada pemerintah China.
Pada akhir Oktober lalu, Senator Tom Cotton dari Arkansas dan Senator Chuck Schumer dari New York, meminta pejabat intelijen AS untuk menyelidiki apakah TikTok menimbulkan risiko keamanan nasional bagi Amerika Serikat atau tidak.