Baznas membuat program membeli hewan kurban langsung dari para peternak yang berada di pedesaan, cara seperti ini dapat menjadi penggerak roda perekonomian di desa.
Sebanyak 3.000 ekor kambing yang dipotong direncanakan dapat dirasakan manfaatnya oleh 60.000 Kepala Keluarga atau sekitar 240.000 penduduk desa
Lebih dari 85 persen penduduk nusantara beragama Islam, artinya ada lebih dari 200 juta orang di Indonesia yang memahami tentang ibadah kurban.
Kurban bukan hanya perayaan keagamaan tapi adalah peningkatan kualitas diri untuk menjadi lebih baik.
Dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Adha, sejumlah warga baik pribadi maupun Ormas hingga korporasi memberikan sumbangan hewan kurban kepada warga yang dianggap kurang mampu.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyelenggarakan pemotongan hewan kurban di 120 desa di 24 provinsi se-Indonesia, Rabu (22/08), yang diberikan kepada para mustahik di desa-desa binaan Baznas selama ini.
Hewan- hewan kurban ini merupakan hasil dari penggalangan dana dan sumbangan bantuan yang berasal dari para pegawai Kemnaker dan masyarakat umum beberapa waktu lalu.
Kesehatan hewan kurban menjadi syarat utama yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban, di tengah maraknya penyakit hewan yang dapat menular ke manusia (zoonosis).
Ketujuh ekor sapi tersebut didistribusikan kepada panitia Kurban Kantor Kejaksaan Tinggi, Kepolisian Daerah, Korem 041 Garuda Emas, Pangkalan TNI Angkatan Laut, Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama, dan salah satu pondok pesantren di Bengkulu.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka layanan pembayaran kurban pada Idul Adha 1439 H melalui pembayaran di agen Payment Point Online Banking (PPOB) Jatelindo