Keduanya diduga menerima suap dari pengusaha Hartoyo, pemilik PT Otoda Sukses Mandiri Abadi (Osma) Group
YLKI menyatakan tidak ada kaitan antara harga rokok dengan daya beli masyarakat.
Pasalnya, menurut Ketua YLKI Tulus Abadi, banyak ditemukan pemberian diskon dilakukan dengan cara menaikkan harga terlebih dahulu, lalu diberikan potongan harga.