Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyerang kelompok Houthi di ibu kota Yaman, Sana`a pada Kamis (16/5), setelah serangan drone terhadap instalasi minyak Saudi
pelatihan dapat dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan dan menambahkan komentar yang tampaknya paradoks bahwa tidak ada ancaman konkret saat ini.
Adapun untuk mencapai diplomasi antara Teheran dan Washington, syaratnya ialah AS tidak boleh lagi melakukan perang apapun di Timur Tengah.
Khamenei mengatakan, setiap konfrontasi antara AS dan Iran tidak akan menjadi perang militer, dan bahkan tidak akan ada perang apa pun.
Ribuan Muslim terbunuh dalam penumpasan itu dan sekitar 800.000 Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh, tempat mereka saat ini tinggal di kamp-kamp dalam kondisi yang mengerikan.
Mohammad Javad Zarif datang seteleh tensi di Teluk terus meningkat karena pasukan militer Amerika menuju ke wilayah tersebut dan di tengah sejumlah serangan terhadap infrastruktur minyak.
Secara keseluruhan, Pentagon diperkirakan akan menggeser sekitar $ 6 miliar untuk membantu membangun tembok perbatasan, termasuk sekitar $ 3,6 miliar dari proyek konstruksi militer, beberapa di antaranya akan ditunda.
AS tidak memiliki kekuatan dan tidak akan pernah berani memulai perang militer dengan Iran.
Militer AS diketahui telah mengirim pasukan, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dan pesawat tempur bomber B-52 ke Timur Tengah
Kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di Teluk dulunya merupakan ancaman serius tetapi sekarang mewakili target dan peluang.