Seluruh partai politik (Parpol) ditantang mengajukan kader potensialnya untuk bertarung di Pilpres 2019. Sehingga, para kandidat bisa saling adu program dan gagasan untuk Indonesia ke depan.
Petisi permintaan agar Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Sohibul Iman (MSI) mundur dari jabatannya dinilai sebagai pertanda kekecewaan seluruh kader dan simpatisan.
Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman (MSI) diminta mundur dari jabatannya. Hal itu menyikapi pidato MSI untuk mengajukan kader PKS sebagai Cawapres untuk mendampingi Presiden Jokowi.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diminta untuk mengkapitalisasi sembilan calon presiden (Capres) yang sudah disodorkan. Hal itu menjadi salah satu strategi pemenangan Pemilu 2019.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diminta tidak hanya menjadi tim sukses (Timses) dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Seluruh anggota legislatif dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berkomitmen untuk mengokohkan khidmat kepada rakyat. Hal itu dari hasil keputusan Rapat Pleno Fraksi PKS DPR dan DPRD.
Dalam rangka menghadapi tahun politik, anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merapatkan barisan. Seluruh anggota legislatif berkumpul guna membahas sejumlah isu strategis.
PKS menolak tegas keberadaan perilaku LGBT dan penjualan miras secara bebas di Indonesia. Hal itu mengingat Indonesia saat ini sedang dalam darurat LGBT dan Miras.
Dengan total jumlah anggota DPR sebanyak 560 orang, maka setidaknya diperlukan 112 kursi untuk bisa mengusung seorang capres. Jelas PKS butuh partai koalisi.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menetapkan sembilan kadernya yang bakal diusung di Pilpres 2019 mendatang. Mantan Presiden PKS Anis Matta menjadi salah satu kandidatnya.