Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel mengingatkan para pemangku kebijakan untuk membangun ekosistem pertanian. Hal itu bertujuan agar para milenial tertarik menjadi petani.
Melalui kegiatan Merdeka Panen dan Tanam, petani dari berbagai daerah dapat bergabung langsung dari lahannya secara daring untuk melakukan panen atau tanam komoditas hortikultura.
Kementan juga mendorong hilirisasi produk pertanian agar memiliki nilai tambah bagi petani.
Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen mempermudah perizinan ekspor dan memfasilitasi peternak untuk tetap eksis dan meningkatkan skala usaha budidaya ayam.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menegaskan bahwa komoditas porang dan sarang burung walet merupakan komoditas prioritas yang akan digarap serius untuk memenuhi kebutuhan ekspor.
Pupuk subsidi dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para petani untuk mengembangkan budidaya pertanian mereka.
Menurut Jazilul Fawaid, porang akan menjadi primadona ekspor dengan syarat dibutuhkan banyak pihak yang terlibat dalam pengembangannya, antara lain Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, asosiasi industri, investor.
Kita harus menemukan cara-cara baru dari hulu ke hilir, tidak hanya lingkup sektoral, tidak hanya nasional tapi terkoneksi dengan semua unsur yang ada kaitannya.
Pertanian harus dibangun dengan integritas penuh berbasis kecerdasan artifisial melibatkan ilmuwan dan para pakar. Pertanian dewasa ini menurutnya tidak lagi terfokus pada produktivitas.
Transformasi kebijakan pangan perlu mempertimbangkan aspek mutu, keterjangkauan, keragaman, maupun keberlanjutan yang fokus pada konsumen dan keberlanjutan sektor pertanian.