GENERASI milenial Indonesia dituntut untuk mampu beradaptasi dengan arus perubahan, karena roda perubahan zaman akan terus berputar dengan cepat.
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto mengapresiasi langkah masyarakat dan relawan yang penuh semangat mengawal proses penghitungan suara pemilu 2019 dari potensi kecurangan.
Adanya seruan people power dinilai cukup berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Sebab, pada dasarnya people power sudah terjadi pada saat Pemilu.
Pimpinan MPR mengusulkan agar pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dilakukan dengan sistem elektronik. Alasannya, biaya Pemilu akan lebih murah.
Wakil Ketua MPR RI Dr. Mahyudin, ST, MM mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pemilu serentak 2019 pada tanggal 17 April 2019 berjalan sangat baik, lancar tanpa konflik dan harus disyukuri seluruh rakyat Indonesia
Wakil Ketua MPR Mahyudin tidak percaya adanya kecurangan dalam kontestasi Pilpres 2019. Ia meyakini kredibilitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu serentak 2019.
Pihak 01 dan 02 bersama dengan Gubernur DKI, Kapolda Metro dan jajaran instansi lainnya sepakat untuk saling menjaga kedamaian bersama-sama usai pemilu 2019.
Sistem Pemilu serentak 2019 yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia harus menjadi evaluasi presiden Jokowi sebagai pengusul perubahan Undang-Undang Pemilu dan partai politik.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, pelaksanaan Pemilu serentak 2019 di Indonesia terburuk sepanjang sejarah di dunia. Sebab, sistem Pemilu kali ini telah merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pemilu serentak 2019 dikabarkan mengakibatkan sebanyak 139 orang meninggal dunia. Ratusan petugas penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia itu disebut akibat kelelahan dan lain sebagainya.