Presiden juga menyatakan, masih terbuka untuk mempertimbangkan perubahan susunan kabinet di detik-detik terakhir pengumuman jajaran pembantunya.
Usulan tersebut, kata Menristekdikti, sudah dia sampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo, sementara di sisi lain dia juga menyadari akan ada konsekuensi penambahan anggaran.
Dia menjelaskan, kalimat tersebut hanyalah gurauan saat sedang memaparkan mengenai profesionalisme guru, yang dikaitkan dengan visi Presiden Joko Widodo untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Presiden Joko Widodo baru saja menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia.
Yang beredar pos menteri yang diincar Gerindra, adalah posisi menteri pertanian dan ESDM.
Pejabat negara yang dimaksud dalam Perpres tersebut, yakni ketua hingga anggota MPR, ketua hingga anggota DPR, ketua hingga anggota DPR serta menteri/kepala lembaga dan ketua hingga komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Jelang pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden RI Oktober ini, muncul perbincangan yang menarik soal pembentukan kabinet dan siapa saja tokoh yang masuk untuk diakomodir menjadi menteri pada lima tahun mendatang.
Gerindra memasrahkan keinginan kursi Menteri tersebut kepada Presiden Joko Widodo.
Saat ini Gerindra masih dalam tahap penjajakan kesamaan konsep tentang program pro rakyat, khususnya dibidang ketahanan energi, ketahanan pangan dan air.
Sekedar informasi, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terkait kepercayaan publik terhadap kinerja presiden, KPK, dan DPR. Hasilnya, publik mayoritas lebih percaya terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan KPK daripada DPR.