Dokumen tahun 1996 tidak pernah berlaku karena beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS) belum meratifikasinya.
AS klaim berhasil uji coba senjata hipersonik buatan Raytheon.
Inggris mengumumkan pada Selasa berencana untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya dari 180 hulu ledak menjadi 260 pada akhir dekade, karena menerbitkan dokumen yang menguraikan kalibrasi ulang kebijakan luar negerinya.