Dukungan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan produksi pangan dalam negeri dan peningkatan komoditas ekspor Indonesia.
Pasar tani juga menjadi wadah untuk memberdayakan para petani dalam menjual hasil kebunnya.
Budidaya tersebut dijalankan bersama kelompok tani binaannya yakni KT Biomedia yang diketuai oleh Wawan.
Benih padi yang di tanam oleh Poktan Ngudi Tani Rejeki adalah jenis hibrida. Varietas ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas beras secara nyata.
Syahrul juga menyerahkan bantuan diantaranya bantuan alsintan traktor dan cultivator, benih jagung hibrida, Asuransi Usaha Tani Pertanian (AUTP), Asuransi Usaha Ternak Kerbau, dan KUR dari berbagai bank penyalur.
Bermodalkan iuran Rp5.000, KWT yang bernama Mekar Jaya ini mampu memproduksi sayuran segar dari pekarangan rumah.
Bersama kurang lebih 100 orang dalam kelompok tani binaanya, Mulyadi juga memasok kopi ke berbagai pasar bukan hanya pasar domestik Jambi tetapi juga diluar wilayah tersebut.
Ide bertanam dipekarangan tercetus begitu saja. Saat itu, sebagian besar anggota tinggal di daerah pinggiran dengan halaman masing-masing yang luas dan tidak termanfaatkan.
Di masa pandemi Covid-19 pertanian menjadi tulang punggung dengan tantangan dan peluangnya yang semakin terbuka.