Guterres melanjutkan, bahwa jumlah kekerasan yang dapat diklasifikasikan sebagai perang, berdasarkan jumlah korban, meningkat tiga kali lipat sejak 2007.
Menurut Guterres, korupsi memengaruhi negara-negara maju dan berkembang, dalam keterlibatan yang tidak mengenal batas.
Guterres juga menegaskan kembali dukungan PBB kepada pemerintah dan rakyat Indonesia dalam memerangi dan mencegah terorisme, dan ekstremisme kekerasan
Antonio Guterres meminta Teheran dan Tel Aviv untuk menghindari konflik baru di wilayah yang masih dirundung konflik berkepanjangan.
Antonio Guterres memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat, supaya tidak membatalkan kesepakatan nuklir Iran.
Antonio Guterres menegaskan, tidak ada solusi yang terbilang `ajaib` untuk menyelesaikan konflik di Suriah.
Pernyataan itu, menurut Guterres, cukup beralasan. Eskalasi ketegangan di Suriah makin menjadi-jadi.
Palestina menuduh Israel menggunakan kekuatan yang tidak proporsional.
Kelompok dari jaringan Al Qaida, al Shabaab, menyatakan bertanggung jawab atas serangan di dekat kediaman presiden itu serta hotel di sekitarnya.
Selama dua bulan terakhir, bantuan kemanusiaan tidak masuk sehingga orang-orang yang menderita penyakit pun tidak bisa keluar.