Yang pasti, dentuman "Setnov effect" akan berpengaruh tidak saja terhadap pilkada 2018, tapi juga konstalasi pilpres 2019.
Setnov berhasil menjadi solidarity maker, dan membuat masyarakat bersatu melupakan perbedaan di antara mereka. Bersatu dalam lucu.
Jika kita cermati, publik sebenarnya bukan menertawakan Setnov. Kita sebenarnya sedang menertawakan diri sendiri. Menertawakan kondisi negeri kita yang kian hari kian lucu.
Partai Golkar terus mengalami kemerosotan terhadap opini publik. Untuk itu, perlu dilakukan Munaslub Partai Golkar guna memperbaiki citra partai. Lalu siapa figur yang layak untuk memimpin Partai Golkar?
Opini publik terhadap Partai Golkar terus mengalami tren penurunan. Hal itu pasca penetapan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Lippo terus beriklan dan melakukan penjualan besar-besaran apartemen Meikarta. Media –media besar dibungkam dengan gelontoran iklan sampai trilyunan rupiah.
Sambil menunggu Presiden Jokowi mengambil alih kendali pilot, ada baiknya perhatikan kembali apakah sabuk pengaman sudah kencang.
Banyak orang bilang bahwa rakyat kita sudah cerdas, tidak mungkin bisa dibohongi. Ini ungkapan yang berlebihan. Buktinya, rakyat sering gagal memilih pemimpin yang baik.
Yang jelas, debat reklamasi belum usai. Ujung dari proyek sarat misteri dan kegaduhan ini diharapkan berakhir sesuai harapan masyarakat.
Di berbagai platform medsos beredar sejumlah tulisan bahwa izin Alexis sudah tidak diperpanjang sejak bulan September saat DKI Jakarta masih dipimpin Djarot. Jadi Anies dianggap melakukan pembohongan publik.