Rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi disebut akan memberi efek domino. Dimulai dari inflasi sampai ke pertumbuhan ekonomi nasional.
Kontraksi Ekonomi di Sri Lanka Tembus Delapan Persen
Kepala Daerah harus tahu soal inflasi, jangan gelagapan
Manufaktur PMI itu memang pergerakannya sudah 51 persen, artinya ini ekspansif secara umum itu bagus, walaupun kalau kita lihat tren ini bisa berubah ke depan karena sebetulnya dari sisi produk PMI, ini kalau dari kemarin Juli itu naik karena permintaan dari masyarakatnya, dari konsumennya masih cukup tinggi sampai Juni itu sudah jelas ya, karena ada momentum triwulan pemulihan yang kuat
Anggota FPKS MPR RI ini mengatakan, mustahil target inflasi Pemerintah di tahun 2023 tersebut dapat dicapai kalau Pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Solar.
Bulan September 2022 diprediksi akan menghadapi ancaman hiper-inflasi, dengan angka inflasi pada kisaran 10 hingga 12 persen.
Perkara pangan bukalah sekadar statistik ekonomi, namun langsung berkaitan dengan perut rakyat.
Pemerintah harus ekstra hati-hati dalam mengendalikan ketersediaan dan keterjangkauan harga BBM di tengah tingkat inflasi yang tinggi sekarang ini. Khususnya untuk BBM bersubsidi seperti solar dan Pertalite yang digunakan masyarakat luas. Jangan sampai kebijakan yang diambil Pemerintah malah membuat masyarakat semakin menderita.
Kenaikan harga makanan dan energi menggerek inflasi bergerak naik, bahkan sampai kisaran yang anomali bagi inflasi pangan.
Inflasi tahunan AS turun jadi 8,5 persen.