Taraf pembangunan dan ketahanan nasional di berbagai gatra tersebut bisa diukur berdasarkan imperatif Pancasila dalam ranah mental-karakter, institusional-politik, serta material-teknologikal.
Momentum Sumpah Pemuda yang pertama kali dicetuskan pada 28 Oktober 1928 harus dimanfaatkan generasi muda Indonesia untuk terus menggaungkan kebhinekaan dan persatuan.
Ketua Fraksi NasDem Ahmad Ali menyambut positif pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang meminta agar seluruh pimpinan di Polri dapat menjaga marwah institusi dan menjadi teladan bagi anak buah.
Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry mengapresiasi ketegasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam menjaga marwah institusi Polri.
Itu sebabnya Indonesia harus fokus pada upaya pencegahan munculnya gelombang ketiga Covid-19. Program vaksinasi harus terus digenjot. Harga uji PCR maupun antigen harus terus ditekan semurah mungkin. Aksi ambil untung dari pengusaha harus dihentikan.
Semangat restorasi yang bermakna upaya perubahan untuk menjadi lebih baik harus terus didorong dengan nilai-nilai kebersamaan, persatuan dan gotong-royong seperti yang digaungkan saat Sumpah Pemuda pada 1928.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan penyisiran anggaran Pemilu Serentak 2024 yang telah diajukan agar bisa diefisiensikan.
Resistensi terhadap nasionalisme itu muncul selain akibat faktor kemajuan teknologi internet yang membuat dunia jadi semakin terbuka dan global, juga disebabkan oleh minimnya pemahaman mereka pada sejarah bangsa sendiri.
Aada banyak pelanggaran hukum yang dilakukan para pemilik Pinjol kepada nasabahnya. Misalnya, pencairan tanpa persetujuan pemohon, ancaman penyebaran data pribadi, teror dan intimidasi, penagihan dengan kata kasar, dan pelecehan seksual.
apolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan pada jajarannya baik di kapolda, kapolres, hingga kapolsek, untuk menjadi teladan bagi anak buah.