Negeri Tirai Bambu itu menuduh Amerika Serikat (AS) bereaksi berlebihan dan secara serius melanggar praktik internasional.
Zelenskyy tidak mau menyebutkan nama-nama politisi tersebut, tetapi mengatakan mereka memiliki kewarganegaraan ganda Rusia.
Balon itu ditembak jatuh sekitar enam mil laut lepas pantai AS, di atas perairan yang relatif dangkal.
Insiden balon tersebut mendorong Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken untuk membatalkan rencana lawatannya ke Beijing pada Jumat (3/2).
Zelenskyy mengatakan bahwa pasukan Ukraina akan terus mempertahankannya.
Pernyataan itu mengatakan pesawat itu memiliki kemampuan kemudi yang terbatas dan menyimpang jauh dari jalur yang direncanakan karena angin.
Uni Eropa (UE) juga setuju untuk memperkenalkan batasan harga pada produk minyak bumi Rusia untuk mencoba lebih jauh membatasi peti perang Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menargetkan ekspor utamanya.
Pentagon mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya sedang melacak balon pengintai di atas daratan AS.
Salah satu tempat balon itu terlihat adalah Montana, yang merupakan rumah bagi Pangkalan Angkatan Udara Malmstrom, di mana terdapat sekitar 150 silo untuk rudal balistik antarbenua, termasuk Minuteman III yang berkemampuan nuklir.
Lavrov tidak memberikan bukti atas klaimnya. Presiden Vladimir Putin sebelumnya menuduh Inggris meledakkan pipa, yang dibantah oleh London.