Mantan kepala pasukan elit itu tewas dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) pada Jumat (3/1), menurut laporan media pemerintah Iran.
Pentagon mengatakan, serangan itu bertujuan menghalangi rencana serangan Iran ke depannya.
IRGC mengumumkan pada Jumat (3/1) pagi bahwa Mayor Jenderal Soleimani dan al-Muhandis menjadi tegwas dalam serangan yang helikopter AS. Kelompok pro-pemerintah Irak juga mengkonfirmasi insiden itu.
IRGC mengumumkan pada Jumat (3/1) pagi bahwa Mayor Jenderal Soleimani dan komandan kedua Mobilisasi Populer Irak (PMU), Abu Mahdi al-Muhandis tewas dalam serangan helikopter AS.
Kematian Soleimani tidak akan menghentikan misinya, justru para penjahat yang memiliki "darah" Soleimani dan para martir lainnya yang tewas dalam serangan tersebut akan memberikan pembalasan yang mengerikan.
Roket-roket itu mendarat di dekat terminal kargo udara, membakar dua kendaraan dan melukai beberapa orang, kata Media Sel Keamanan Kementerian Dalam Negeri Irak dalam sebuah pernyataan sebelumnya.
Pernyataan yang disampaikan Gedung Putih pada Kamis (2/1) itu muncul sehari setelah delapan orang tewas, dalam serangan rudal Suriah di provinsi tersebut.
Setidaknya 750 tentara AS dikerahkan ke Timur Tengah setelah serangan dan meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS
Latihan tersebut dilakukan ketika AS berusaha membentuk koalisi maritim internasional di Teluk Persia menyusul serangan mencurigakan terhadap kapal yang dialamatkan kepada Iran di jalur itu.
Serangan AS itu memicu demonstrasi besar-besaran di Irak. Pengunjuk rasa menyerbu Kedutaan Besar AS di Baghdad dan mengambil alih gedung itu setelah personil diplomatik AS terpaksa dievakuasi.