Salman juga mengisyaratkan penarikan ambisinya di Yaman, menyatakan minatnya pada solusi politik dan menyambut proposal perdamaian Ansarullah baru-baru ini.
Demikian pernyataan juru bicara pemerintah Iran Iran, Ali Rabiei, pada Senin (30/9) di tengah ketegangan Teheran dan Riyadh pasca penyerangan kilang minyak Saudi awal bulan ini.
Serangan pada 14 September lalu itu sudah terang-terangan diklaim oleh militer Houthi. Namun Saudi tetap bersikukuh mengatakan bawah seranga tersebut disponsori oleh Iran.
Pembukaan persimpangan yang menghubungkan kota Qaim di Irak dan Boukamal di Suriah itu, diperkirakan akan memperkuat perdagangan antara kedua negara Arab tersebut.
Dia tetap membantah tuduhan bahwa telah memerintahkan pembunuhan tersebut.
Meskipun dukungan internasional untuk proposal tersebut mengalir, Arab Saudi masih mengejar kebijakan perang nuklirnya dan terus membom berbagai wilayah di Yaman.
Visa turis tersebut berlaku selama 360 hari dari tanggal penerbitan dan durasi tinggal di negara itu tiga bulan. Para wisatawab tak dapat tinggal lebih dari 180 hari selama setahun.
Pembunuhan tersebut menurut keterangan pihak berwenang Saudi, terjadi karena perselisihan pribadi.
Bencana kebakaran terjadi di stasiun kereta berkecepatan tinggi Haramain, di Kota Jeddah, Arab Saudi pada Minggu (29/9) petang.
majalah The American Conservative mengutip perwira senior militer AS sebagai meluapkan emosinya pada pejabat Arab Saudi karena membuat keputusan untuk terjun berperang dengan Yaman.