Sanksi baru tersebut sesuai dengan upaya Presiden Donald Trump untuk membatasi pengaruh regional Iran.
Negara mana pun yang dianggap menentang Washington akan ditolak aksesnya ke sistem dan pasar keuangan AS.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengkritik "demonisasi" AS terhadap Iran dan menekankan bahwa sanksi AS terhadap negara itu tidak akan berhasil.
Ketiga negara tersebut menambahkan akan terus berkomitmen untuk sepenuhnya melaksanakan resolusi Dewan Keamanan 2015 yang mengabadikan pakta tersebut, yang juga termasuk Rusia dan China.
Zarif menegaskan bahwa tidak akan ada sanksi baru dari Dewan Keamanan PBB terhadap Iran pada 20 September 2020 mendatang.
Hossein Amir-Abdollahian, asisten khusus pembicara Parlemen Iran untuk urusan internasional, mengatakan bahwa kesepakatan normalisasi antara Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) dengan Israel, adalah bagian dari kampanye Donald Trump.
Pompeo mengatakan bahwa sanksi terhadap Iran akan aktifkan kembali pada tengah malam GMT pada 20 September.
Pengadilan juga menghukum 36 terdakwa lainnya dalam kasus yang sama dengan hukuman penjara mulai dari tiga bulan hingga 10 tahun
CAS akan melakukan persidangan banding yang diajukan oleh Federasi Judo Iran, pada Kamis (17/9) besok, terhadap penangguhan yang dijatuhkan oleh Federasi Judo Internasional (IJF) tahun lalu.
Pompeo menegaskan meskipun Uni Eropa dan PBB tidak setuju dengan keputusan AS menarik diri dari Pakta Nuklir 2015 pada 2018, dan menerapkan kembali sanksi sepihak terhadap Iran, AS bertujuan untuk menjaga keamanan dunia.