Dalam studi ini, peneliti menemukan bahwa zat seperti kafein dapat mengubah respons bakteri terhadap antibiotik tanpa perlu mutasi atau gen kebal baru. Perubahan itu membuat beberapa antibiotik menjadi kurang efektif—bukan karena rusak, tapi karena bakteri belajar menghindarinya.
Penelitian terbaru dari Duke University mengungkap bahwa otak bisa mendeteksi sinyal kimia dari bakteri usus dalam waktu nyata, dan sinyal ini dapat langsung memengaruhi perilaku kita, termasuk nafsu makan, hanya dalam hitungan menit.
Penelitian besar di Afrika sub-Sahara mengungkap jenis diabetes baru yang tak sesuai dengan kategori klasik tipe 1. Temuan ini bisa mengubah arah diagnosis dan pengobatan secara global.
Penelitian terbaru dari Centre for Genomic Regulation (CRG), Barcelona, mengungkap bagaimana sel telur mempertahankan kualitasnya selama puluhan tahun—dengan strategi “hidup hemat”.
Penelitian menunjukkan perempuan tidur lebih lama dan lebih dalam dibanding laki-laki. Tapi kenapa mereka tetap merasa lelah? Temukan jawabannya di sini, dari sudut pandang biologi, psikologi, dan peran sosial.
Penelitian ini menunjukkan bahwa erythritol dapat langsung memengaruhi sel-sel pembuluh darah di otak, meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung — bahkan setelah paparan dalam dosis kecil.
Sebuah studi terbaru menemukan bahwa bayi manusia sudah bisa mengenali tindakan baik hanya dalam hitungan hari setelah lahir
Penelitian ini memperkuat gagasan bahwa simpanse memiliki kapasitas untuk meniru perilaku tak berguna secara fungsional, mirip dengan manusia yang mengikuti tren mode atau tantangan viral tanpa alasan jelas.
Kini, penelitian dari Clemson University dan Loyola University menunjukkan bahwa potongan DNA itu mungkin memengaruhi cara otak kita bekerja—termasuk kecenderungan terhadap spektrum autisme.
Pernahkan Anda tiba-tiba merasa “mentok” saat berpikir keras? Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa mental fatigue atau kelelahan mental bukan sekadar rasa capek biasa