Proyek Data Autisme Kennedy Hasilkan Lebih 100 Proposal Penelitian di AS
Penelitian yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Nutrition ini tidak bertujuan membuktikan sebab-akibat, melainkan menelusuri apakah konsumsi kopi atau kafein lebih tinggi berkaitan dengan massa otot yang lebih besar pada tubuh bagian lengan dan kaki.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Medicine ini menyoroti pentingnya ritme tidur harian, bukan sekadar lamanya waktu tidur. Pola tidur yang terlalu ketat ternyata bisa menurunkan fleksibilitas fungsi otak.
Jahe telah lama menjadi bagian dari pengobatan tradisional, mulai dari mengatasi masuk angin hingga meredakan mual. Kini, manfaatnya juga semakin mendapat dukungan dari penelitian ilmiah modern.
Penelitian dari Tulane School of Medicine menemukan bahwa parasit ini menghasilkan molekul khusus yang menekan aktivitas neuron TRPV1+, jenis saraf sensorik yang berperan dalam mendeteksi panas, gatal, nyeri, hingga ancaman biologis seperti patogen dan alergen. TRPV1+ juga berperan dalam memicu respon imun.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal PLOS One membuktikan bahwa elemen-elemen musik seperti tempo, energi, dan tingkat akustik dapat memengaruhi cara seseorang mengingat masa lalu. Studi ini dilakukan oleh dua peneliti dari Inggris, Safiyyah Nawaz dan Diana Omigie.
Dalam satu dekade terakhir, benua es itu menunjukkan gejala perubahan mendadak yang mencemaskan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature mengungkap bahwa proses ini tidak hanya sudah dimulai, tetapi akan terus berkembang.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa individu dengan kemampuan intelektual di atas rata-rata memiliki kecenderungan lebih besar untuk menganalisis secara mendalam. Karena itu, mereka kerap terjebak dalam proses berpikir yang panjang sebelum mengambil keputusan.
Penelitian terbaru dari McGill University menunjukkan bahwa postur tubuh alami, yang terbentuk di luar kesadaran dan bukan hasil dari pose sesaat, mencerminkan sikap seseorang terhadap kekuasaan, hierarki sosial ataustruktur sosial, hingga kecenderungan manipulatif.
Penelitian ini melibatkan sekelompok anak muda di Jerman yang diminta mencatat suasana hati mereka selama beberapa minggu, sambil melaporkan apakah mereka mengonsumsi kafein dalam 90 menit terakhir.