Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Indonesia seperti negara lainnya memetik pelajaran tiga tahun terakhir dengan pendekatan global yang baru.
Program ini bertujuan menciptakan korps pertanian yang terampil, siap untuk mengangkat sektor pertanian menuju masa depan yang lebih modern dan berdikari.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya selalu berupaya untuk melakukan hilirisasi.
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, pelatihan ini sebagai tindaklanjut dari pelaksanaan ASEAN Working Group on Agricultural (AWGATE) yang dilaksanakan di Laos pada Maret lalu.
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, salah satu cara yang dapat dilakukan agar komoditas pertanian di Indonesia dapat bersaing adalah dengan melakukan peningkatan nilai tambah produk pertanian.
Kegiatan Knowledge Sharing Program READSI ini nantinya dapat menjadi acuan DPMO dalam menyusun rencana kerja dan perbaikan kegiatan Program READSI selanjutnya.
Hadapi El Nino, Kementan Siagakan Penyuluh Pandeglang
Mentan SYL yakin di saat ekonomi dunia melemah, liquiditas dunia melemah, yang bisa dihilirisasi dan bisa diekspor bukan nikel, bukan otomotif atau alat elektronik, melainkah hasil pertanian.
Kementan secara konsisten melakukan pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) produk pertanian sehingga bisa bersaing di pasar global.
Pelatihan kelembagan diharapkan dapat mengedukasi petani agar mampu meningkatkan usahataninya serta menguatkan kemampuan petani untuk menjaga landasan ekonomi rumah tangganya.