Bangsa Indonesia banyak yang tidak menyadari bahwa sejak era awal kemerdekaan hingga saat ini banyak upaya-upaya untuk melemahkan bahkan menghilangkan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia.
Karena itu pemerintah terus mengupayakan merger (penyatuan) antar perguruan tinggi kecil, yang juga bertujuan untuk merampingkan jumlah perguruan tinggi Indonesia.
Dari total 10 negara yang ambil bagian, terhitung ada tiga negara yang bakal menjadi rival berat Indonesia dalam upaya merebut emas.
Mereka berlatih tak kenal lelah, berjuang dari titik nol bahkan mengesampingkan kepentingan pribadi. Semuanya untuk Indonesia.
Penghargaan ini diberikan bagi pemerintah kota maupun kabupaten di seluruh Indonesia yang mampu mengembangkan program-program keselamatan jalan dan tata kelolanya.
Keberhasilan atlit panjat tebing tak lepas dari sosok Faisol Riza. Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) itu, berhasil menorehkan catatan emas dalam sejarah FPTI.
Atlet Indonesia yang turun di beregu putri dan putra berhasil menyumbang dua emas untuk membawa Merah Putih kini mengoleksi 22 medali emas.
Bangsa Indonesia belum pernah memiliki pengalaman mengelola pemilihan Presiden, DPD, DPR, DPRD I dan DPRD II secara bersamaan.
Emas kedelapan berhasil ditorehkan Abdul Malik yang bertanding di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah di nomor Kelas B Putra 50-55 kg.
Indonesia kembali menyumbang emas oleh Iqbal Chadra Pratama lewat cabang olahraga pencak silat di nomor tunggal 60-65 kg, Senin Sore (27/08) di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah.