Pemerintah dinilai abai terhadap penanganan bencana gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebab, hingga saat ini penanganan terhadap korban gempa Lombok belum ada penyelesaian secara tuntas.
ada pencarian korban yang sedang berlangsung tetapi pemerintah mengatakan akan menghentikan operasi pemulihan pada Kamis (11/10) mendatang.
Sebelumnya, Menteri Eko bertolak ke Kota Palu, Sulawesi Tengah untuk memimpin langsung persiapan posko Korban Gempa dan Tsunami di Balai Transmigrasi Kota Palu, Senin (1/10) lalu.
Korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga Kamis (4/10) pukul 21.00 WITA mencapai 1.571 orang.
Bantuan FPTI untuk korban gempa dikoordinasikan oleh Aspar Jaelolo, atlet panjat tebing nasional yang kampung halamannya terdampak bencana alam tersebut.
Sekisaran 30 aparat dari Brigadir Mobil (Brimob) bersenjata lengkap akan mengawal 319 truk bantuan korban bencana alam di Sulawesi Tengah dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membangun Emergency Center di Palu, Sulawesi Tengah untuk melayani korban gempa selama 24 jam tiap harinya. Baznas Emergency Center memberikan layanan medis, evakuasi dan assesment lanjutan.
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menginstruksikan seluruh kadernya yang duduk di DPR menyumbang gajinya pada bulan Oktober untuk para korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Sulawesi Tengah.
Menurut dia, pemerintah tak mungkin mampu bekerja sendiri dalam melakukan upaya normalisasi pasca bencana, mengingat jumlah korban dan dampak kerusakan sangat besar.
Roiman, salah satu atlet panjat tebing dari daerah Sulawesi Tengah, merupakan salah satu korban jiwa dalam bencana yang menelan ribuan korban jiwa tersebut. Dia adalah atlet asal Kabupaten Parigi Moutong.