Ledakan itu sendiri dilaporkan terjadi di wilayah Nizhny Novgorod atau sekitar 400 kilometer timur Moskow, pada Sabtu (6/5), pukul 11.00 waktu setempat.
Seorang pejabat Kementerian Energi yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The News International bahwa transaksi tersebut akan difasilitasi oleh Bank of China.
Ratusan orang tewas dan ribuan lainnya terluka dalam konflik tersebut.
Politisi Fraksi PKB ini pun berharap pemerintah bersama TNI tetap siaga memulangkan WNI yang masih bertahan di Sudan apalagi jika kondisi di negara itu semakin genting.
Negeri Tirai Bambu mendesak Washington untuk menghentikan penjualan senjata ke Taipei, sambil memperingatkan konsekuensi bagi negara-negara yang mencampuri urusan dalam negerinya.
Amerika Serikat (AS) telah lama mendesak China untuk membantu menyelesaikan perang di Ukraina meskipun Beijing telah menolak untuk mengecam tindakan militer Rusia sebagai invasi.
Penjarahan di negara itu merajalela dan beberapa laporan tentang pencurian pasokan WFP masih diverifikasi.
Beijing mendesak untuk menghindari langkah-langkah yang dapat menyebabkan lebih banyak eskalasi setelah klaim Rusia bahwa Ukraina mencoba membunuh Presiden Putin.
Teheran memiliki cukup bahan yang diperkaya untuk memproduksi sebanyak lima bom nuklir.
Washington perlu menghentikan eskalasi konflik Ukraina yang gila.