Negara Asia Tenggara itu menutup perbatasannya untuk pengunjung pada Maret 2020 di awal pandemi virus corona dalam upaya mencegah meningkatnya infeksi.
Momentum IPU menjadi ajang pergulatan gagasan lembaga legislatif dan senat negara-negara anggota IPU dalam merespon dan menemukan solusi atas isu-isu krusial global saat ini. Sebuah kesempatan, di mana dunia akan menaruh harapan besar dan kebaikan masa depan kehidupan umat manusia akan diperbincangkan.
Kita melakukan pilkada pada desember 2020 secara serentak untuk kurang lebih sekitar 270 kota, kabupaten dan beberapa provinsi ketika masih pandemic. Sehiingga ketika itu juga jug diupayakan adanya nuansa efisiensi dan kita bisa melakukan itu. Bahkan, hasil evaluasi membuktikan bahwa proses pilkada ini dikatakan berhasil.
Kemudian ini menjadi tantangan kita untuk sama-sama mencapai target pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2022. Memang betul-betul harus kita jaga, agar terus bisa tumbuh di atas angka lima persen. Karena menjadi syarat kita, bisa terlepas dari yang biasa disebut Middle Income Trap.
Sebab jika tidak ditangani dengan serius, virus yang sering disebut sebagai Omicron siluman ini bisa berpotensi menyebabkan lonjakan baru kasus Covid-19.
Bukan hanya membahas berbagai tantangan global saat ini, IPU juga harus menyampaikan bagamana Parlemen berkontribusi mencari solusinya. Dengan harapan hasil majelis IPU akan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Mulai 20 Maret, persyaratan untuk memakai masker tidak akan diwajibkan di tempat-tempat dalam ruangan seperti sekolah dan supermarket tetapi akan tetap wajib di klinik medis dan rumah perawatan.
bangun relasi global
kombinasi beberapa faktor menyebabkan peningkatan, termasuk varian Omicron yang sangat menular dan turunan BA.2-nya, dan pencabutan tindakan kesehatan masyarakat dan sosial.
Hingga saat ini kita menghadapi dua tantangan besar, yakni COVID-19 yang belum usai dan perubahan iklim