Setiap tanggal 31 Mei, dunia memperingati Hari Burung Parrot Sedunia atau World Parrot Day sebagai bentuk penghargaan sekaligus peringatan atas ancaman yang dihadapi kelompok burung paling cerdas ini. Momentum ini menjadi pengingat penting bahwa keberadaan parrot di alam liar semakin terdesak oleh aktivitas manusia.
Penelitian ini menunjukkan bahwa ritme sirkadian – jam biologis internal manusia – tetap merespons perubahan musim dan panjang hari, meski kita jarang lagi bangun dan tidur mengikuti terbit dan tenggelamnya matahari.
Larangan penggunaan flash kamera selama pertandingan bulutangkis bertujuan untuk menjaga konsentrasi, keselamatan pemain, dan kenyamanan semua penonton.
Meskipun makna spiritualnya universal, tradisi perayaannya sangat beragam di berbagai negara, mencerminkan kekayaan budaya lokal yang unik dan bermakna. Berikut lima tradisi istimewa dan unik dari berbagai belahan dunia dalam memperingati hari suci ini:
Ilmuwan menyebut lapisan ini sebagai “human oxidation field”, atau medan oksidasi manusia – semacam perisai kimia yang membersihkan udara yang kita hirup secara alami.
Hari Amnesti Internasional atau Amnesty International Day yang diperingati setiap 28 Mei bukan hanya peringatan tahunan, melainkan juga momen refleksi dan solidaritas global dalam perjuangan menegakkan Hak Asasi Manusia atau HAM.
Setiap tanggal 28 Mei, dunia memperingati Hari Amnesti Internasional atau Amnesty International Day. Peringatan ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran global terhadap pentingnya perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) serta mendukung perjuangan para korban pelanggaran HAM di berbagai belahan dunia.
Tanggal 28 Mei setiap tahun dirayakan sebagai International Burger Day atau Hari Burger Sedunia. Tapi kenapa harus burger, dan kenapa tanggal itu? Yuk, simak asal usul dan sejarah lengkapnya!
Distribusi Kartu Nusuk bagi jemaah haji Indonesia terus dipercepat. Hingga Minggu (25/5/2025), lebih dari 170 ribu jemaah telah menerima kartu ini, dari total 180.092 jemaah yang telah tiba di Tanah Suci. Artinya, 94% jemaah telah menerima kartu identitas digital yang vital ini.
Meskipun belum dipastikan apakah bakteri ini berbahaya, kaitannya dengan Niallia circulans—spesies yang dapat menyebabkan infeksi serius pada individu dengan sistem imun lemah—menjadi perhatian. Para ilmuwan tengah membandingkan keduanya untuk melihat perbedaan genetik, ketahanan terhadap radiasi, dan tingkat virulensinya.