Virus Covid-19 telah memberikan dampak yang sangat memukul perekonomian baik secara nasional dan global. Dimana, hampir seluruh indikator ekonomi makro mengalami perubahan yang sangat signifikan.
Iran adalah negara Timur Tengah yang paling parah terkena virus corona, dengan sekitar 1.700 kematian, lebih dari 21.000 orang yang terinfeksi dan satu orang meninggal akibat virus tersebut setiap 10 menit.
Restoran juga masih dizinkan dengan catatan tidak melayani makan di tempat, sebaliknya mengoperasikan pengiriman dan mengambil pesanan.
UEA, yang bandara internasionalnya di Abu Dhabi dan Dubai merupakan pusat utama, pada Jumat (20/3) mengumumkan dua kematian pertamanya akibat penyakit COVID-19 dan sejauh ini sudah melaporkan lebih dari 150 kasus.
Penyebaran COVID-19 sangat berbahaya dan berdampak luas ke berbagai sektor. Salah satu imbasnya adalah terganggunya produksi petani di seluruh daerah.
Iran belum diwakili dalam pertemuan yang diadakan awal pekan ini melalui konferensi video antara menteri ekonomi kawasan MENA.
Sejauh ini, sebanyak 231 orang telah dipastikan terinfeksi penyakit ini dan dua orang sudah meninggal.
Pembatasan baru datang ketika Iran meningkatkan kampanyenya untuk mengurangi penyebaran penyakit virus corona yang belakangan dikenal COVID-19.
AS menolak untuk mencabut sanksi kejam yang menghambat upaya Iran untuk mengendalikan virus corona. Sebaliknya menyatakan kesiapan untuk membantu Iran memerangi wabah tersebut.
Jumlah kasus yang dikonfirmasi naik 277 menjadi 947. Sementara itu total yang sudah menjalani tes sebanyak 2.953 dalam 24 jam terakhir.