Tema yang dihadirkan, senada dengan yang diinginkan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo bahwa sumberdaya manusia (SDM) pertanian diharapkan mampu menguasai teknologi dan menciptakan berbagai inovasi, terutama dari kalangan milenial.
Kementan terus mendorong pertumbuhan usaha pertanian di wilayah perkotaan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Pesatnya animo pola hidup sehat dan permintaan bahan pangan organik ternyata belum diimbangi dengan lahan dan dukungan kebijakan.
Pertanian harus menjadi sarana mencari duit sebanyak-banyaknya melalui bisnis (Agribisnis).
Transformasi dari pertanian tradisional ke modern, khususnya pemanfaatan teknologi yang masif.
Kementerian Pertanian mempunyai sejumlah program untuk mendorong peningkatan produktivitas.
Secara hitung-hitungan, satu ton benih sumber kedelai untuk 20 hektare, atau per hektarnya membutuhkan 50 kg.
Taxi Alsintan ini merupakan program yang diinisiasi langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo agar petani dan pelaku usaha di sektor pertanian bisa melakukan pengadaan alsintan secara mandiri melalui fasilitasi KUR.
Kementerian Pertanian melakukan upaya menjamin ketersediaan kedelai utamanya untuk mencukupi kebutuhan konsumsi rumah tangga melalui fasilitasi pengembangan 52 ribu hektar kedelai yang tersebar di 16 daerah.
BPP Kostratani sebagai pusat pembelajaran termasuk tentang mitigasi dan adaptasi pertanian terkait perubahan iklim.