Keduanya kembali beroperasi setelah dua minggu pihak berwenang mengistirahatkan maskapai tersebut sebagai bagian dari upaya untuk memutus rantai penyebaran virus corona (COVID-19).
Rasio infeksi COVID-19 di Arab Saudi dianggap rendah secara global. Dikatakan 53% dari mereka yang terinfeksi virus itu bukan warga Arab Saudi.
Dalam pernyataannya, nilai agregat dari semua ukuran modal dan likuiditas yang diadopsi oleh bank sentral sejak 14 Maret adalah 256 miliar dirham (US$69,70 miliar).
Pada hari yang sama, Putin juga mengusulkan pengurangan volume sekitar 10 juta barel per hari, atau sekitar 10% dari output global.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan akan memperketat jam malam di kota-kota Mekah dan Madinah
Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga mengumumkan bahwa sebanyak 64 pasien sudah pulih. Dengan begitu jumlah total pasien sudah sembuh menjadi 328.
Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya jumlah kasus virus corona di dua kota tersebut. Disebutkan, sebanyak 48 kasus di Mekah dan 46 di Madinah.
Anggaran itu sejalan dengan upaya Kerajaan dalam membendung wabah sambari mendukung sektor swasta, pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.
Arab Saudi berjanji untuk meningkatkan produksi karena perang harga minyak mengguncang industri energi global setelah berakhirnya perjanjian pasokan dengan anggota OPEC lainnya.
Dikarenakan ada penguncian Arab Saudi untuk membendung penyebaran pandemi virus corona, kemungkinan kegiatan spritual tersebut akan ditunda.