Tren orang kaya makin kaya kian nyata sepanjang pandemi Covid-19. Setidaknya, kekayaan 10 orang terkaya di dunia, bertambah berlipat ganda menurut laporan Oxfam International.
Tedros mengulangi seruannya kepada negara-negara untuk berbagi vaksin secara lebih adil dan memperingatkan bahwa penekanan pada booster di negara-negara kaya dapat membuat negara-negara miskin kekurangan pukulan.
Dua pekerja untuk kelompok nirlaba Save the Children masih hilang setelah kendaraan mereka termasuk di antara beberapa yang diserang dan dibakar dalam insiden di negara bagian Kaya timur.
Sebagai bangsa yang besar dan majemuk, bangsa Indonesia kaya akan nilai-nilai dan norma, termasuk nilai-nilai religius yang hidup dan berkembang di tengah kehidupan masyarakatnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara-negara kaya agar tidak menimbun vaksin Covid-19, di tengah upaya dunia mengantisipasi penyebaran varian Omicron.
Pangsa kekayaan rumah tangga yang dimiliki oleh miliarder, meningkat melewati rekor selama pandemi Covid-19, menurut penelitian yang dipublikasi pada Selasa (7/12).
Di situ ada ketidakadilan pemisah yang terlalu tertinggi antara yang kaya dan yang miskin, itu merupakan lahan yang subur, di mana idealisme atau cita-cita kelompok-kelompok seperti ini, itu bisa tumbuh dan berkembang.
Pertama kali dilaporkan di Afrika selatan seminggu yang lalu, Omicron telah menyoroti perbedaan antara program vaksinasi besar-besaran di negara-negara kaya dan inokulasi yang jarang di negara berkembang.
Pemikiran dan pendapat dari para narasumber yang muncul dalam diskusi, tentu sangat kaya dengan gagasan-gagasan baru dalam rangka pembaharuan hukum di Indonesia.
Upaya mengakhiri pandemi COVID-19 tidak merata dan terfragmentasi, ditandai dengan akses terbatas ke vaksin di negara-negara berpenghasilan rendah sementara di negara-negara kaya sudah mendapatkan booster.