Aksi demo ojol yang dikawal Satgas Garda ini, sampai pukul 16.00wib sore ini berjalan lancar dan aman.
Semua faksi perjuangan ojol itu memiliki niat baik serta visi dan misi yang sama, khususnya dalam berjuang membela kepentingan rekan-rekan di lapangan.
Setelah menyegel kantor operasional Grabbike massa aksi bergerak dengan tertib ke kantor pusat Grab di gedung Lippo kawasan kuningan .
Kavaleri terbentuk sebagai anti tesis Garda yang sudah sarat kepentingan saat tetap memaksakan turun pada wacana aksi 188
Subur menggunakan seluruh penghasilannya untuk berangkat menuju lokasi gempa dan dibantu partisipasi dari teman-teman sesama pengemudi ojek online yang juga peduli terhadap kemanusiaan.
Kurban bukan hanya perayaan keagamaan tapi adalah peningkatan kualitas diri untuk menjadi lebih baik.
Namun bila pada 188 nanti ada yang melakukan aksi turun ke jalan dan mengatasnamakan Garda, Igun mengatakan, itu jelas orang-orang yang ingin merusak citra perjuangan ojek online.
Untuk skema insentif pun Grab memberikan secara fair bukan hanya jumlah trip tapi juga akumulasi argo yang di peroleh.
Kejadian jam 20.30 berawal dari cekcok mulut ketika korban yang bernama Lutfi melakukan pemesanan order gofood, tiba-tiba karyawan Geprek Bensu bernama Alvin menegur dengan nada tinggi karena tidak suka di lihat korban.
Seharusnya, kata Lutfie, pemerintah melakukan langkah yang tepat dalam hal ini adalah menekan Grab untuk menyesuaikan kenaikan tarif.