Kurikulum darurat bukan barang baru bagi madrasah yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag).
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Jayawijaya, Papua menjadi satu dari segelintir satuan pendidikan yang hari ini, Senin (13/7), merasakan nikmatnya hari pertama tahun ajaran baru secara tatap muka.
Umar meminta seluruh pihak menaati Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, yang hanya membolehkan sekolah di zona hijau untuk kembali melakukan tatap muka pada tahun ajaran baru, Senin (13/7).
Ahmad Umar menjelaskan perubahan kurikulum baru dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab.
Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya menerbitkan panduan kurikulum darurat bagi madrasah, di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19).
Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah menjalin kerjasama dengan Google, perusahaan komputasi terbesar di dunia.
Namun karena sifatnya merupakan bagian dari mitigasi bencana, maka jangka waktunya terbatas, yakni hanya berlaku selama masa darurat bencana pandemi Covid-19.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, Ahmad Umar mengatakan, madrasah tetap akan ditutup sampai penetapan darurat Covid-19 dicabut.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar mengatakan, Lomba Kampanye Indonesia Sehat ini akan diikuti oleh siswa madrasah dari jenjang Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), dan Aliyah (MA) di seluruh Indonesia, negeri maupun swasta.
HNW menegaskan bahwa Menag juga perlu meniru kebijakan Mendikbud yang sangat baik tersebut untuk para siswa madrasah, baik siswa madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah maupun Aliyah.