Para pejabat dan petugas medis mengatakan 9.057 orang tewas di Turkiye dan 2.992 di Suriah dari gempa berkekuatan 7,8 pada Senin, sehingga total menjadi 12.049.
Arahan juga termasuk mengorganisir kampanye melalui platform Sahem untuk membantu para korban gempa di kedua negara.
Angka korban tewas itu masih bisa meningkat secara dramatis jika ketakutan terburuk para ahli terwujud.
Ada kekhawatiran bahwa jumlah korban akan terus meningkat. WHO sendiri memperkirakan 20.000 orang telah meninggal.
Di kota Turki Antakya dekat perbatasan Suriah, di mana bangunan 10 lantai telah runtuh ke jalanan, wartawan Reuters melihat pekerjaan penyelamatan sedang dilakukan pada satu dari puluhan gundukan puing.
Menurut data terbaru, Turki telah mencatat sebanyak 2.316 orang tewas dan 13.293 terluka dalam gempa bumi tersebut. Sedangkan di Suriah telah tercatat 1.293 orang tewas dan 3.411 terluka.
Gempa bumi besar berkekuatan 7,8 dan gempa susulan yang kuat telah menewaskan hampir 1.600 orang dan melukai ribuan orang di tenggara Turki dan Suriah barat laut saat bangunan runtuh di seluruh wilayah.
Dengan jumlah penduduk yang saat ini lebih dari 275 juta jiwa, ketahanan dan kecukupan bahan pangan harus menjadi prioritas.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan pada 2021 sebesar 27,54 juta jiwa atau 10,14% dari populasi.
Belanja anggaran kesehatan melalui K/L antara lain untuk PBI JKN bagi 96,7 juta jiwa sebesar Rp45,8 triliun serta klaim pelayanan COVID-19 oleh 342,7 ribu pasien