Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih unggul sementara atas paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
"Di Sumbar boleh jadi Pak Jokowi-Amin kalah, Aceh boleh jadi Pak Jokowi-Kiai Ma`ruf kalah, tetapi percayalah, kebijakan pembangunan Pak Jokowi tidak akan membeda-bedakan. Satu daerah dengan daerah yang lain," jelas Hasto.
"Acara ini merupakan ekspresi rasa syukur. Insya Allah, kerja keras parpol, relawan, dan rakyat, Insya Allah memenangkan Pak Jokowi-Ma`ruf 55 persen walau kita menunggu keputusan final KPU," kata Karding.
Berikut perolehan suara sementara perhitungan Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo - KH Maruf Amin.
Suara PDI Perjuanga sudah pasti teratas dan menjadi pemenang Pemilu Legislatif. Hasil sementara berkisar dari 21.3% sampai 22.8% di tingkat nasional.
Sangat banyak yang minta ijin melakukan syukuran. Permintaan itu pun sulit dilarang, karena itu hak mereka sebagai pendukung Jokowi-KH Ma`ruf Amin.
"Pak Prabowo ketika memenangkan Anies - Sandi pakai quick qount. Sebagai sebuah metode hitung cepat yang sangat akurat," ujar Hasto.
Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) melalui Sekretaris Jenderalnya Hery Haryanto Azumi mengucapkan selamat atas kemenangan pasangan 01 Ir. Joko Widodo dan KH Ma`ruf Amin berdasarkan penghitungan cepat (quick count)
Berdasarkan hasil real count yang dimuat di sistem Informasi Penghitungan Suara KPU, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma`ruf Amin masih unggul sementara dari Prabowo-Sandiaga.
"Seharusnya suara Paslon nomor urut 01 Jokowi - Maruf Amin bisa tembus 60 persen. Tetapi hal itu tidak tercapai karena Tim Kampanye Nasional (TKN) tidak memaksimalkan peran para relawan menjelang hari pencoblosan," ujar Benget.