Kami masyarakat pesisir ini mulau dari Skouw sampai Sarmi, kami punya kepala suku masing-masing, kami punya Ondoafi. Kalau bapa Lukas sebagai Gubernur itu kami akui, tapi kalau sebagai kepala suku besar secara umum, saya tidak setuju. Panggil dulu semua Ondoafi dari kampung-kampung, dari semua suku-suku untuk nobatkan dia, baru kami akui.
Demi lapangan kerja dan mencapai cita-cita Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di dunia, ada empat sektor yang terus kami genjot.
Politik Indonesia itu kompleks dan dinamis. Saya mengatakan hari ini sebetulnya semua masih terus berikhtiar. Termasuk kami Demokrat yang terus berinteraksi dengan NasDem dan PKS, jadi berharap terbentuk koalisi yang namanya koalisi perubahan.
Bagi kami orang Jayapura, kami tidak setuju, karena kita di Jayapura juga punya kepala suku besar. Jadi kalau bapa Lukas ini kami tahu sebagai Gubernur Papua untuk semua masyarakat lewat Pemerintah. Tapi lewat adat, kami orang Jayapura tidak tahu bapa Lukas sebagai Ondoafi terbesar untuk orang Papua.
Kami berharap pemilu itu ajang pesta demokrasi yang aman, nyaman, tertib menjaga persatuan dan kesatuan. Tentu saja harus dilakukan dengan bersukaria, jadinya gembira, bukan terjadi perpecahan.
Saya ingatkan dan meminta agar management dan TNI serta Brimob untuk tidak mencabut spanduk ini. Kami yakin, ini semua bagian dari aksi solidaritas pemuda pencari kerja bagian dari kepentingan masyarakat.
Kami menyepakati tidak ada join statement, tapi semua pendapat dan masukan serta komitmen-komitmen dalam P20 sudah dicatat.
“Kami menyepakati tidak ada join statement, tapi semua pendapat dan masukan serta komitmen-komitmen dalam P20 sudah dicatat,"
Undangan kami khusus untuk Parlemen Ukraina di P20, adalah langkah konkrit kami untuk membantu komunikasi antar Parlemen dalam penyelesaian perang di Ukraina.
Kami juga berharap agar seluruh masyarakat menjunjung tinggi sportivitas dalam menerima kemenangan maupun kekalahan.