Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu percaya bahwa anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik.
Usrek, perempuan yang berprofesi sebagai penyuluh pertanian di Desa Sido Makmur menyampaikan bahwa penyuluh dan petani tetap melakukan aktivitas pertanian untuk menjaga ketahanan pangan.
Pria berusia 46 tahun yang juga pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Wargi Panggupay, saat ini fokus untuk merambah pasar ekspor.
Ke depan pendidikan vokasi perlu melakukan kompetisi yang dimotori oleh pemikiran dan mental tangguh.
Sejak awal persiapan Hari Pangan Sedunia, para peneliti Balitbangtan mendampingi para petani dan memperkenalkan berbagai inovasi teknologi yang terus digunakan hingga saat ini.
Di tempat ini, sebelumnya petani rata-rata hanya mampu menghasilkan 0,5 – 1,5 ton per hektare.
Dodih sudah memasarkan produk sayuran bersama kelompok taninya ke berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, Tasikmalaya, dan Padalarang.
Dwiyanto menceritakan, pada tahun 2018 mampu menghasilkan kopi kering sebanyak 2,3 ton tahun dan pada 2019 menghasilkan 2,1 ton per tahun kopi kering dengan luasan sekitar dua hektare.
Pengembangbiakan ternak sapi di P4S Ushuluddin menerapkan sistem semi intensif, dimana pada pagi hari sapi dilepas merumput di padang penggembalaan dan sore hari dimasukkan ke dalam kandang dengan kawin alam.
Disaat sektor lain terpuruk akibat pandemi COVID-19, ketangguhan sektor pertanian dibuktikan Petani Andalan dan Petani Milenial.