Tindakan brutal dilakukan pelaku berinisial Y kepada rekan kerjanya dengan menusuknya menggunakan senjata tajam.
Uji coba rudal jelajah Amerika Serikat (AS) baru-baru ini adalah memantik perlombaan senjata.
Juru bicara Kantor Urusan Dewan Negara Taiwan, Ma Xiaoguang, kembali mendesak Amerika Serikat (AS), untuk segera menghentikan penjualan senjata ke negaranya.
Kedua negara akan meminta kepala urusan pelucutan senjata PBB, Izumi Nakamitsu untuk memberi pengarahan terkait keputusan Washington yang ingin menggunakan rudal jarak menengah.
Trump bahkan menyebut Afghanistan sebagai tempat berbahaya. Ia mengibaratkan seperti Universitas terorisme Harvard.
Rencana menempatkan rudal di Asia sudah tercium tak lama setelah Washington menarik diri dari pakta senjata era Perang Dingin.
Moskow akan terus mengembangkan senjata baru, menyusul kematian lima ilmuwan nuklir Rusia dalam ledakan pekan lalu.
Gencatan senjata juga akan mencakup larangan serangan udara, pemerintah berbasis di Tripol
Tuduhan mengatakan bagian senjata api diselundupkan nasional Rusia dalam kemasan untuk barang-barang lainnya