Israel menghantam Gaza dengan tembakan artileri dan serangan udara pada Jumat, menewaskan 13 orang termasuk tiga anak-anak.
Tak hanya itu, korban luka-luka akibat penyerangan pasukan Israel pun bertambah hingga 580 orang.
Dilansir Aljazeera, Kamis (13/5), serangan udara oleh Israel dilakukan tanpa henti di Wilayag Palestina, Gaza.
Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas ketegangan di Gaza dan Yerusalem via telepon.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus turun tangan meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional mendesak Israel untuk menghentikan agresi militernya terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Hingga Selasa malam, serangan Israel di Gaza telah menewaskan 28 warga Palestina, termasuk sembilan anak, dan melukai 152 lainnya. Dua orang Israel tewas dalam serangan roket.
Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengancam akan menyerang Tel Aviv jika Israel menargetkan menara sipil di Gaza.
Di Jalur Gaza, otoritas Palestina telah melaporkan kematian 20 orang, termasuk sembilan anak-anak, ketika Israel menyerang militan yang menembakkan roket ke Yerusalem.
Meski pejabat itu tidak memberikan rincian tentang bagaimana orang-orang itu terbunuh atau terluka, ada laporan yang beredar tentang serangan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Avichay Adraee, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), mengkonfirmasi bahwa tidak ada kekhawatiran tentang informasi yang bocor dari pesawat tak berawak itu.