Arab Saudi dan Amerika Serikat setuju untuk mengakhiri pengisian bahan bakar pesawat dari koalisi pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak Houthi di Yaman, menghentikan aspek memecah-belah dukungan AS terhadap perang yang telah mendorong Yaman ke jurang kelaparan.
Jumlah orang yang menghadapi darurat rawan pangan dan dekat dengan kelaparan bisa meningkat menjadi 12 bahkan 14 juta orang.
Perserikatan Bangsa-bangsa melaporkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi yang cepat, wilayah Asia-Pasifik memiliki hampir setengah miliar orang yang masih kelaparan.
PBB mengatakan bahwa sekitar 14 juta orang, atau setengah populasi Yaman, berpotensi di ambang kelaparan dalam bencana buatan manusia.
Yaman yang miskin tetap dalam keadaan perang sipil sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibukota Sana`a.
Jika perang terus berlanjut, kelaparan bisa melanda negara itu dalam tiga bulan ke depan. Diperkirakan 12 hingga 13 juta warga sipil terancam kelaparan.
Kekerasan telah merusak prasarana dasar Yaman, termasuk sistem kesehatan dan sanitasi, yang mendorong PBB untuk menggambarkan situasi sebagai "salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern".
Angka tersebut, menurut laporan bertajuk `Keadaan Ketahanan Pangan dan Gizi di Dunia`, setara dengan satu dari sembilan orang di dunia. Naik 804 juta dari 2016.
Ketua DPR Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan dan Pemda Maluku untuk segera menangani hingga tuntas terkait bencana kelaparan yang mengancam 170 jiwa warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Mause Ane.
Kalau ada non muslim yang kelaparan, maka seluruh umat Islam berdosa termasuk ulama ulamanya.