Komoditas yang mengalami permintaan tinggi ialah komoditas sub sektor perkebunan, seperti kopi dan minyak sawit, produk hortikultura dan tanaman pangan lainnya.
Selain kesehatan, sektor pertanian harus siap menjadi garda terdepan melawan penyebaran Covid – 19.
Ekspor tersebut mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan ekspor tahun lalu. Dengan tujuan negara yang sama, tercatat sepanjang tahun hanya 13 kali dengan volume 170 ton.
Sebanyak 2,1 ton dengan nilai ekonomis Rp1,98 miliar tercatat untuk permohonan ekspor di triwulan pertama tahun 2020. Hal ini meningkat sebanyak 12% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Pasalnya, di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai berlaku pada Jumat (10/4), ojol menjadi salah satu sektor pekerjaan yang terdampak serius sebab tidak diperbolehkan lagi mengangkut penumpang.
Dikatakan credit line tersebut akan membantu Maroko mengatasi dampak krisis (virus corona, Red) terhadap di sektor ekonomi dan menjaga cadangan devisa pada tingkat yang memadai.
Inisiatif ini merupakan bagian dari paket stimulus USD11 miliar yang diumumkan oleh pemerintah untuk sektor swasta untuk mengurangi dampak ekonomi yang disebabkan oleh virus corona.
Perusahaan sub sektor peternakan yang sudah memastikan akan melaksanakan ekspor ke beberapa negara dengan total nilai Rp538,12 miliar.
Kehadiran Perppu ini bisa menangkal apabila sewaktu-waktu virus corona ini memberi dampak lebih dalam bagi sektor ekonomi Indonesia
Ekspor tersebut menunjukkan sektor perkebunan memiliki peluang be