PDI Perjuangan (PDIP) tidak mempersoalkan terkait manuver politik yang sedang dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Pasca kekalahan PDI Perjuangan (PDIP) di sejumlah daerah pada Pilkada 2018, beredar rumor Presiden Jokowi akan hengkang dari partai berlambang banteng moncong putih itu.
Fungsionaris DPP Partai Golkar Mukhamad Misbakhun menepis tudingan yang menyebut ketua umumnya, Airlangga Hartarto telah mengadu domba Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.
Satgas PDI Perjuangan (PDIP) meminta maaf kepada Barisan Anshor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU). Permintaan maaf itu setelah Banser NU menggeruduk kantor PDIP Banyumas.
Puluhan anggota Barisan Anshor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) bersama Front Pembela Islam (FPI) menggeruduk kantor PDI Perjuangan, Banyumas, Jawa Tengah.
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Dwi Hartono menilai Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai panik.
Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Utut Adianto memuji kegiatan Taruna Merah Putih (TMP) yang langsung bekerja nyata bagi masyarakat.
KPK masih menyelidiki aliran dugaan uang suap Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dari sejumlah kontraktor untuk mendanai kampanye pada Pilkada 2018. Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu merupakan calon petahana.
Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, di Istana Batu Tulis, Bogor, Selasa (12/6) malam.
PDI Perjuangan (PDIP) tidak mempersoalkan jika partai koalisi pemerintahan Presiden Jokowi beralih dukungan pada Pilpres 2019 mendatang.