Yang pertama, saya sampaikan bahwa Pak Prabowo itu sudah selesai dengan dirinya sendiri. Sekarang ini, dia sudah membaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara, dalam rangka mempersiapkan anak bangsa menghadapi era Indonesia Emas nanti 2045.
Harusnya, saat ini Indonesia sudah menjadi negara penghasil pangan terbesar di dunia dan sebagai lumbung pangan untuk kebutuhan domestik dan internasional dan sudah seharusnya harga beras di Indonesia tidak setinggi saat ini.
Kami (berupaya) membuka diri untuk bisa memperlihatkan bagaimana kinerja yang sudah dilakukan dan dicapai oleh DPR sebagai satu lembaga tinggi negara. Harapannya, anak-anak muda yang belum paham menjadi paham dan bisa tahu apa yang sudah kami lakukan untuk bangsa dan negara.
Kasihan! Itu tong kosong nyaring bunyinya. Publik sudah cerdas menilai integritas dan prestasi calon pemimpinnya.
Saya kira nyaris mustahil menjadikan Mas Ganjar sebagai cawapres karena beliau sudah ditetapkan menjadi capres. Belum pernah ada presedennya PDI Perjuangan, apalagi Ibu Megawati, untuk menarik keputusan apalagi menurunkan derajat penugasan.
Oleh karenanya partai lain pengusung capres Pak Prabowo akan hadir besok dan mudah-mudahan sesuai. Karena daftar nama sudah dikirimkan tentu mudah-mudahan besok akan utuh semua hadir, dan solid untuk bisa memenangkan Pak Prabowo.
Jadi sebetulnya sekali lagi, ini adalah penyesuaian sebagai konsekuensi dengan diterbitkannya Perpu dan sekarang sudah jadi Undang-Undang (UU) tentang Pemilu Nomor 7 Tahun 2023.
Dia mengatakan bahwa kasus korupsi yang menjerat Eko Darmanto sudah lama, sehingga tidak mengingatnya secara detail.
Benar, nanti malam ada pertemuan. Rapat koordinasi di DPP Partai Golkar, Sekjen Koalisi Indonesia Maju plus beberapa partai yang sudah bergabung dengan Pak Prabowo memberikan dukungan.
Baru dua hari Operasi Zebra Jaya dimulai, sudah ratusan pengendara kena tilang.