Kekejaman yang semakin menghebohkan, bahkan terhadap warga sipil, perempuan dan anak-anak yang tak berdaya.
Moskow membantah menargetkan warga sipil di Ukraina, menyebut gambar orang mati di Bucha yang telah mengejutkan dunia sebagai "pemalsuan mengerikan" yang dilakukan oleh Barat untuk mendiskreditkannya.
Warga sudah jengah dengan isu korupsi di lingkungan pemerintah setempat. Pasalnya, korupsi disinyalir telah menjadi biang kerok buruknya pembangunan dan pelayanan publik di Kota Bekasi.
Kremlin mengatakan pernyataan Biden tidak dapat diterima dan tidak layak untuk seorang pemimpin AS.
Kemarahan Barat langsung atas gambar warga sipil yang tewas menunjukkan bahwa cerita itu telah menjadi bagian dari rencana untuk menodai reputasi Rusia.
Beberapa warga diminta untuk bangun sebelum fajar untuk pengujian asam nukleat di kompleks perumahan mereka, banyak yang mengantre dengan masih mengenakan piyama.
Pernyataan Zelenskyy muncul sehari setelah pasukan Ukraina pindah ke kota Bucha dekat Kyiv dan menemukan apa yang dikatakan para pejabat dan saksi mata sebagai mayat warga sipil yang dibunuh oleh pasukan Rusia.
Pasukan Rusia membunuh hampir 300 warga sipil saat mereka mundur dari kota dekat Kyiv.
Setelah pembatasan COVID-19 dicabut, semua acara dan pertemuan sosial, olahraga, budaya, keagamaan, dan hiburan diizinkan digelar jika warga tetap menjalankan perilaku sesuai peraturan.