Hani Bin Buraik memuji kesepakatan normalisasi Israel-Uni Emirat Arab (UEA), yang saat ini menjadi kontroversi di Timur Tengah.
Washington menjamin, Israel menerima senjata AS yang lebih canggih daripada yang diperoleh negara-negara Arab, yang dilabeli "Qualitative Military Edge" atas tetangganya.
Iran mengatakan, kesepakatan antara Israel dan UEA sebagai contoh "kebodohan strategis" yang hanya akan memperkuat front perlawanan regional.
Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP) mengutuk kesepakatan yang dicapai oleh Uni Emirat Arab dan Israel, di bawah sponsor AS
Sinopharm sedang menguji vaksin potensial di Uni Emirat Arab dalam uji coba Tahap III yang diperkirakan akan merekrut 15.000 orang, karena saat ini China memiliki sedikit kasus baru untuk dijadikan lokasi uji coba.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang membantu menengahi kesepakatan itu, memuji perjanjian itu sebagai terobosan besar.
Pengumuman itu menjadikan UEA negara Teluk Arab pertama yang melakukannya dan hanya negara Arab ketiga yang memiliki hubungan diplomatik aktif dengan Israel.
Negeri Petro Dolar mendukung gerakan internasional untuk menghentikan aktivitas Iran yang menyebabkan ketidakstabilan di Timur Tengah.
Jerman meminta Arab Saudi untuk sepenuhnya mematuhi Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT)