Arab Saudi memutuskan untuk membatasi jumlah jamaah haji tahun 2020 ini, karena ancaman lanjutan dari virus corona (COVID-19) untuk kesehatan masyarakat global.
Perserikatan Bangsa-bangsa memprediksi ekonomi baru negara-negara Arab akan mengalami penurunan akibat pandemi covid-19
Operasi laparoskopi berlangsung di Rumah Sakit Spesialis dan Pusat Penelitian King Faisal di Riyadh di mana raja akan meluangkan waktu untuk menerima perawatan seperti yang disarankan oleh tim medis.
Raja Salman membuka sesi dengan berterima kasih dan memuji Tuhan atas kesehatan dan kesejahteraannya, setelah menjalani perawatan di rumah sakit di ibukota Riyadh, karena menderita radang kandung empedu.
Penguasa Arab Saudi, Raja Salman dikabarkan dalam kondisi stabil, setelah raja berusia 84 tahun itu dirawat
Iran membalas atas kematian Soleimani beberapa hari setelahnya dengan menembakkan sejumlah rudal ke pasukan AS yang ditempatkan di Irak, tetapi Presiden AS Donald Trump memilih untuk tidak menanggapi secara militer.
Raja Salman dirawat di rumah sakit King Faisal di ibu kota Riyadh, Senin (20/7). Raja yang berusia 91 tahun ini menderita peradangan kantung empedu.
Negara-negara Arab di Teluk diperkirakan bakal mengalami defisit sebesar $490 miliar atau Rp7.080 trilun pada 2023 mendatang.
Raja Salman menghabiskan 2,5 tahun sebagai pangeran mahkota dan wakil perdana menteri dari Juni 2012 sebelum menjadi raja. Ia juga menjabat sebagai gubernur wilayah Riyadh selama lebih dari 50 tahun.
Jemaah haji akan diminta lagi untuk menjalani periode karantina kedua setelah mereka melakukan haji.