Strategi menurunkan stunting ada dua, yakni mencegah lahirnya stunting baru dan mengurus bayi yang sudah lahir.
Lebih dari puluhan tahun Indonesia sudah bergantung pada produk pertanian impor karena produk pertanian lokal kalah dari sisi harga.
Banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghasilkan skala ekonomi yang jauh lebih besar. Di antaranya melalui Urban Farming.
Pembangunan penyuluhan memerlukan kelembagaan penyuluh dan juga kelembagaan para petani.
Mengatur jarak (spacing) kehamilan sangat menentukan kualitas bayi yang dilahirkan baik sekarang maupun yang akan datang.
Pembangunan pertanian bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah.
Sanksi tersebut menargetkan puluhan perusahaan pertahanan Rusia, ratusan anggota parlemen dan kepala eksekutif bank terbesar di Negeri Beruang Merah itu.
NTB berkomitmen untuk menurunkan angka prevalensi stunting, yang saat ini masih cukup tinggi yaitu 31,4 persen atau tertinggi keempat secara nasional.
Melalui program ini, masyarakat bisa memiliki Alsintan sendiri, atau secara bersama-sama dengan pembiayaan melalui fasilitasi bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian.
Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki prevalensi stunting paling tinggi di NTT dan 246 kabupaten/kota di 12 provinsi prioritas, yakni 48,3 persen