Pencarian akan dilakukan hingga tujuh hari ke depan, sejak kapal dinyatakan tenggelam pada Senin
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi terkait tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (18/6).
Satu penumpang Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018) kembali ditemukan Badan SAR Nasional (Basarnas).
TNI dari Korp Marinir mengirim pasukan Tim SAR ke Danau Toba untuk membantu evakuasi pencarian korban hilang tenggelamnya KM Sinar Bangun.
Berdasarkan laporan yang diperoleh Polri, hingga saat ini ada 94 penumpang kapal KM Sinar Bangun yang dinyatakan hilang di Danau Toba.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima laporan masih ada puluhan penumpang Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang hilang di perairan Danau Toba, Sumatera Utara. Diperkirakan sekitar 39 penumpang hilang.
Tim Basarnas dan Polda Sumut tengah mengevakuasi korban.
Penjaga pantai itu mengatakan di Twitter telah menyelamatkan 507 orang dari 59 kapal kecil di Selat Jibraltar, lokasi empat mayat ditemukan.
Namun tidak jarang kapal nelayan (Jolloro) itu digunakan oleh masyarakat pulau sebagai kapal penumpang yang akan menyeberang ke daratan untuk membeli kebutuhan.
Lima korban meninggal itu diketahui dievakuasi ke pulau Barrang Lompo. Sementara delapan korban meninggal dunia yang dievakuasi ke RS TNI AL