Syahrul juga menyerahkan bantuan diantaranya bantuan alsintan traktor dan cultivator, benih jagung hibrida, Asuransi Usaha Tani Pertanian (AUTP), Asuransi Usaha Ternak Kerbau, dan KUR dari berbagai bank penyalur.
Antivirus Corona paling utama saat ini adalah menggunakan masker, mengkonsumsi jamu, olahraga di bawah sinar matahari dan jaga jarak
Ada dukungan berupa program insentif perpajakan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan dukungan fiskal yang bisa dimanfaatkan
Kementerian Pertanian (Kementan) berharap dapat mampu membantu petani dan peternak yang modal usahanya berasal dari KUR, sehingga dapat terus menjalankan usahanya salama pandemi COVID-19
Dengan bantuan KUR, Indonesia bisa bertahan dari berbagai gejolak dan ancaman krisis pangan karena petani terus melakukan produksi.
Kehadiran KUR, menurut Syahrul adalah salah satu upaya negara untuk memastikan kesejahteraan bagi para petani di seluruh Indonesia dan membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
Kementan memfasilitasi pemberikan pembiayaan usaha dengan bunga terjangkau melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Ketut mengatakan, data realisasi KUR pada tahun 2019, khsusu di sektor peternakan mencapai Rp 7,5 triliun.
Khusus untuk hortikultura, pihaknya menargetkan penyerapan dana KUR hingga Rp 6,39 triliun atau enam kali lipat lebih besar daripada anggaran APBN Hortikultura.
“Kalau mau bersinergi dengan UMKM yang untung ya BTN-nya. Kalau pelaku UMKM bisa selesaikan kreditnya, usahanya maju dan bisa di-top up karena dalam KUR itu ada sistem top up. Kemudian dia juga bisa selesaikan KPR. Jadi yang bisa punya rumah itu bukan hanya orang-orang penghasilannya tetap seperti pegawai saja, para pelaku UMKM juga bisa selama ekonominya dia mampu membayar,” ujar Rinny.