Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah mempercepat realisasi KUR (Kredit Usaha Rakyat).
Dalam menghidupkan kembali perekonomian masyarakat, pemerintah tidak dapat memberikan bantuan tunai Covid-19 secara konsumtif. Namun kebijakan untuk membantu pelaku usaha kecil lebih tepat dilakukan.
Pembangunan serta penguatan sektor pertanian memiliki urgensi sendiri terhadap kewajiban sebuah negara dalam memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyatnya. Maka dari itu, program-program yang berorientasi kemajuan pertanian mesti didorong dengan optimal.
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin optimis kenaikan pertumbuhan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 9,4%, yaitu dari angka 179,5 T pada tahun 2019 menjadi 196,4 T pada tahun 2020 bisa menyelamatkan perekonomian nasional.
Kementan bahkan memfasilitasi seluruh anggota poktan dengan payung off taker supaya bisa mengajukan KUR dan bermitra dengan perusahaan benih dan perusahaan asuransi.
KPB terintegrasi dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan juga bisa digunakan untuk mendapatkan pupuk.
BNI Syariah menjadi penyalur KUR Syariah yang ketiga, dengan plafon penyaluran Tahun 2020 sebesar Rp700 miliar.
Petani mengaku tertarik untuk mengikuti program KUR karena diberi kemudahan akses ke lembaga permodalan yang selama ini begitu sulit dijangkau oleh petani.
Syahrul berharap para peternak bisa memfokuskan cara kerjanya kepada orientasi bisnis, serta menambah rata-rata kepemilikan sapi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kementan memberikan bantuan berupa alsintan, asuransi pertanian, dan KUR yang realisasinya cukup bagus.