Sikap Golkar dalam Munas X ini akan menentukan bagaimana peta politik nasional kedepan
Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPP Partai Golkar Taufik Hidayat menilai penyelenggaraan Munas ternodai dengan adanya intervensi dan tekanan dari Mensesneg Pratikno, Menseskab Pramono Anung, dan Menko Maritim Luhut Panjaitan.
Seharusnya pemberian dukungan dimulai ketika Munas dibuka, bukan sebelumnya.
Saya di DPP Golkar sudah dua periode. Sejak jaman pak Jusuf Kalla menjabat Ketua Umum saya sudah ada di DPP Golkar.
Kami menyiapkan level playing ground yang baik, yang netral, sehingga semua orang bisa berkontestasi dengan baik
Dengan adanya jubir, maka opini tidak pecah dari jubir masing-masing calon.
Dalam pencalonan, dipersyaratkan adanya bukti dukungan 30 persen
Instruksi Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang melarang kader Golkar berstatus anggota DPR meninggalkan Jakarta sampai selesainya Munas 6 Desember mendatang dilanggar pendukungnya sendiri.
Rapimnas Partai Hanura merekomendasikan Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum (Ketum) dalam Muyawarah Nasional (Munas) yang rencananya Desember mendatang.
Organisasi pendiri Partai Golkar, Sentral Organisasi Swadiri Indonesia (SOKSI), dengan solid dan tegas menyatakan dukungan sekaligus dorongan kepada Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk maju menjadi Ketua Umum Partai Golkar.